Tata Cara Mengurus Jenazah Pasien Positif CORONA / COVID-19

By | 05/04/2020
pejuang toga

PEJUANG TOGA – Hai sahabat pejuang toga di manapun kalian berada. Sebelum kita membahas tentang bagaimana tata cara mengurus jenazah pasien corona atau yang biasa di sebut covid-19, sebenarnya jenazah pasien yang terinfeksi virus corona ini bisa enggak sih menularkan virus corona kepada orang yang masih hidup?

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D, Sp.MK., Menjelaskan bahwa jenazah pasien positif covid-19 tidak akan menimbulkan penularan jika prosedur pemakamannya sesuai guideline dari Kemenkes, Kemenad, dan MUI.

TIDAK USAH PANIK, karna Kemenkes sudah menentukan SOP Perawatan Jenazah Pasien Positif Corona, begitu pula dengan MUI yang sudah mengeluarkan fatwa tentang Tata Cara Perawatan Jenazah Pasien Positif Corona. Maka yang harus kita pahami adalah bagaimana prosedur mengurus jenazah pasien positif Covid-19, Berikut SOP Perawatan Jenazah Pasien Positif Corona :

Berdasarkan Undang-Undang nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, Undang-Undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, dan Surat Edaran Drijen P2P Nomor 483 tahun 2020 tentang revisi ke-2 Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Corona Virus (COVID-19) yang bertujuan untuk :

  • penanganan jenazah pasien menular di layanan kesehatan.
  • mencegah terjadinya transmisi/penularan penyakit dari jenazah ke petugas kamar jenazah.
  • mencegah terjadinya penularan penyakit dari jenazah ke lingkungan dan pengunjung.

PERSIAPAN

  • Seluruh petugas pemulasaran jenazah harus menjalankan keawaspadaan standar.
  • Petugas memberikan penjelasan kepada pihak keluaraga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular.
  • Jika ada keluarga yang ingin melihat jenazah, Diizinkan dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sebelum jenazah masuk kantong jenazah.

Bersama Distributor Pelumas, Pertamina Lubricants…Petugas yang menangani jenazah memakai APD lengkap :

  • Gaun sekali pakai, lengan panjang dan kedap air,
  • Sarung tangan nonsteril (satu lapis) yangn menutupi manset gaun,
  • Pelindung wajah atau kacamata/google,
  • Masker bedah,
  • Celemek karet (apron),
  • Sepatu tertutup yang tahan air.

PERLAKUAN TERHADAP JENAZAH :

  1. Tidak dilakukan suntik pengawet dan tidak di balsem;
  2. Jenazah dibungkus dengan menggunakan kain kafan kemudian dibungkus dengan bahan dari plastik (tidak tembus air), setelah itu diikat;
  3. Masukkan jenazah ke dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus;
  4. Pastikan tidak ada kebocoran cairan tubuh yang dapat mencemari bagian luar kantong jenazah;
  5. Pastikan kantong jenazah disegel dan tidak boleh dibuka lagi;
  6. Lakukan desinfeksi bagian luar kantong jenazah menggunakan cairan desinfektan;
  7. Jenazah hendaknya dibawa menggunakan brankar khusus ke ruangan pemulasaran jenazah / kamar jenazah oleh petugas dengan memperhatikan Kewaspadaan standar;
  8. Jika akan diautopsi hanya dapat dilakukan oleh petugas khusus, autopsi dapat dilakukan jika sudah ada izin dari pihak keluarga dan direktur RS.

RUANG PEMULASARAN JENAZAH / KAMAR JENAZAH :

  • Petugas memastikan kantong jenazah tetap dalam keadaan tersegel kemudian jenazah dimasukkan ke dalam peti kayu yang telah disiapkan, tutup dengan rapat, kemudian tutup kembali menggunakan bahan plastik lalu didesinfeksi sebelum masuk ambulance;
  • Jenazah diletakkan di ruangan khusus, sebaiknya tidak lebih dari 4 (empat) jam disemayamkan di pemulasaran;
  • Petugas memberikan penjelasan kepada keluarga untuk pelaksanaan pemakaman agar jenazah tidak keluar atau masuk dari pelabuhan, bandar udara, atau pos lintas batas darat Negara.

MENUJU TEMPAT PEMAKAMAN / KREMASI :

  • Setelah semua prosedur pemulasaran jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah tersebut;
  • Jenazah diantar oleh mobil jenazah khusus;
  • Pastikan penguburan / kremasi tanpa membuka peti jenazah;
  • Penguburan dapat dilaksanakan di tempat pemakaman umum.

PENGKUBURAN JENAZAH-PUN AKAN DI ASINGKAN DENGAN KETENTUAN :

  1. Lokasi penguburan jenazah setidaknya harus berjarak 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum
  2. Lokasi penguburan haraus berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman terdekat
  3. Jenazah harus dikubur setidaknya pada kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi 1 meter.

HIMBAUAN PENANGANAN JENAZAH KASUS COVID-19 UNTUK UMAT MUSLIM :

  • DI RUANGAN RAWAT
  1. PETUGAS MEMBERSIHKAN NAJIS (JIKA ADA SEBELUM MEMANDIKAN)
  2. PETUGAS MEMANDIKAN DENGAN CARA MENGELAP
  3. PETUGAS MENGKAFANI
  4. JIKA SETELAH MENGKAFANI KELUAR NAJIS KEMBALI MAKA DIABAIKAN
  • PADA SAAT PEMAKAMAN
  1. PETUGAS MEMASTIKAN POSISI TUBUH MAYIT KE ARAH KIBLAT DISISI KANAN TUBUHNYA
  2. SHOLAT JENAZAH DILAKUKAN DI PEMAKAMAN SEBELUM DI MASUKKAN KE DALAM KUBUR.

Pelajari juga Gejala Viris Corona yang Wajib Diketahui untuk pencegahan dini. JANGAN PANIK dan Tetap DI RUMAH AJA untuk memutus rantai penyebaran virus ini. Semoga bermanfaat.

==> Terima Kasih Pejuang Toga <==

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *