Membuat Pupuk Organik Cair dari Ampas Sawit

By | 22/08/2015
pejuang toga
Indonesia yang merupakan negara agraris, mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai petani. Jenis tanaman yang ditanam oleh masyarakat Indonesia beragam, contohnya seperti padi, jagung, karet dan masih banyak lagi. Wilayah Indonesia yang luas dan subur juga menunjang dalam mata pencaharian ini. Cara pengolahan lahan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia telah terpengaruh oleh era globalisasi yang mengutamakan kemudahan, kepraktisan, dan kecepatan. (Wikipedia, 2011). Misalkan saja pengolahan tanah menggunakan traktor mesin, yang pada zaman dulu pengolahan tanah menggunakan bajak yang ditarik oleh hewan berkaki empat seperti kerbau dan sapi.
Selain itu penggunaan bahan kimia juga dilakukan para petani Indonesia dalam merawat tanamannya. Penggunaan bahan kimia ini misalkan penggunaan pestisida dan pupuk kimia. Bahan-bahan kimia terutama pupuk dalam penggunaannya harus  disesuaikan dengan dosis yang telah ditentukan, tetapi jika pemberian pupuk kimia tersebut berlebihan terhadap tanaman akan mengakibatkan dampak buruk bagi tanaman, seperti tanaman padi yang diberi banyak pupuk urea akan memiliki daun yang sangat hijau dan terlihat subur, tapi berbiji sedikit. Penggunaan pupuk kimia ini jika digunakan dalam waktu yang cukup lama akan mengakibatkan dampak buruk bagi lahan pertaniannya, yaitu berkurangnya unsur hara yang terkandung dalam tanah tersebut. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, maka diperlukan pengendalian dalam penggunaan pupuk kimia buatan pabrik tersebut. Caranya yaitu pengalihan penggunaan pupuk kimia menjadi pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.

pejuang toga
sumber : tempo.co
Selain permasalahan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan oleh petani, terdapat potensi perkebunan yang keberadaanya cukup melimpah yaitu kelapa sawit yang merupakan tumbuhan industri penting penghasil minyak goreng, minyak industri, maupun bahan bakar biodiesel. Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar didunia dan merupakan produsen kelapa sawit nomor dua di dunia. (Wikipedia, 2014).  Dengan diolahnya sawit menjadi produknya, otomatis dalam pengolahannya dihasilkan limbah ampas sawit atau disebut saja sebagai ampas saja ini jumlahnya sangat melimpah. Kelapa sawit juga merupakan sumberdaya alam hayati yang dapat diperbaharui, sehingga semakin banyak produk kelapa sawit yang dibuat, semakin banyak juga ampasyang dihasilkan. Ampas ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Hanya sebagian kecil masyarakat yang memanfaatkannya sebagai pakan ternak (Arief Budiman, 2014). Untuk itu diperlukan cara lain untuk memanfaatkan ampasyang terbuang ini untuk menjadi produk yang lebih bernilai guna. Ampas kelapa sawit ini mengandung banyak serat, protein, dan banyak mineral lainnya (Hartley C.W.S, 1970). Dengan kandungan yang terdapat dalam ampastersebut, penulis melakukan suatu eksperimen dengan membuat produk dengan memanfaatkan ampas menjadi pupuk organik cair yang dapat digunakan oleh para petani untuk memupuk tanamannya.
Dengan penggunaan pupuk cair organik dapat mengatasi masalah lingkungan dan membantu menjawab kelangkaan dan mahalnya harga pupuk anorganik. Pupuk organik cair yang biasanya dibuat dengan bahan organik lain yang sudah ada mengandung giberelin yang berfungsi  merangsang pertumbuhan tunas baru, memperbaiki sistem jaringan sel yang rusak, memperbaiki klorofil pada daun, merangsang pertumbuhan kuncup bunga dan memperkuat daya tahan tanaman. Selain itu, pupuk cair organik juga mengandung alkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi  yang berfungsi mengurangi dan menghentikan pertumbuhan mikroba pengganggu pada tumbuhan (Ima Nursita, 2011).
Cara pembuatan pupuk organik cair dari ampasini sangat sederhana, yaitu bahan organik ampas dipotong atau dirajang dan memasukkan ampas ke dalam tong yang sudah diberi selang  dan diberi air. Kemudian memasukkan air beras yang berfungsi sebagai biokatalisator, yaitu zat yang mempercepat proses fermentasi dari ampas tersebut. Setelah itu menutup tong dan mendiamkannya selama 7-10 hari. Selama proses fermentasi ini akan terjadi perombakan molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana. Dan hasil dari fermentasi ini juga menghasilkan alkohol, yang mana pada pupuk organik cair ini, alkohol bertindak sebagai desinfektan yang dapat membunuh bakteri yang terdapat pada tanaman. Setelah segala prosesi sudah dilakukan, maka produk pupuk cair ini sudah siap digunakan di bidang pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *