Bakteri vs. Virus: Mana yang Lebih Mematikan?

By | 04/04/2020
pejuang toga

PEJUANG TOGA – Bentuknya sama-sama kecil, namun sekalinya membuat ulah, satu dunia yang kerepotan. Mereka adalah virus dan bakteri, organisme yang paling sering disalahkan jika ada orang yang sakit. Tetapi sebenarnya, seperti yang kalian tanyakan ini, apa sih bedanya mereka? Dan manakah yang lebih mematikan?

Kalian harus mengetahui terlebih dahulu jika dua-duanya itu bisa mematikan. Iya, karena mematikan atau tidaknya tergantung jenis virus atau bakterinya. Misalnya penyakit Tuberkulosis atau TBC, menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia yang disebabkan oleh bakteri. Dan untuk virus, tidak perlu ditanya lagi. Tetapi fakta mengejutkannya, bakteri dan virus pun tidak selalu mematikan, bahkan lucunya, bisa digunakan untuk menolong kita juga.

Di dalam perut kita contohnya, itu menjadi tempat tinggal 380 triliun bakteri yang membantu sistem pencernaan. Sama halnya dengan virus yang juga bisa membantu melawan bakteri jahat dan menyelamatkan nyawa manusia. Jadi intinya, mereka berdua ternyata ada yang mematikan jika menginfeksi tubuh kita. Lalu jika seperti itu, apa yang sebenarnya membedakan mereka?

Perbedaan Bakteri dan virus

Bakteri dan Virus itu sangat berbeda. Dilihat dari wujudnya saja, bakteri adalah sel yang hidup, sementara virus adalah benda biologis yang tidak bisa dibilang hidup juga. Jika dari ukuran, bakteri jelas terlihat sangat kecil, tetapi virus ternyata jauh lebih kecil lagi ukurannya, bahkan tidak bisa dilihat menggunakan mikroskop biasa. Dari cara tumbuh kembangnya pun berbeda. Dari miliaran tahun lalu ketika manusia belum ada, bakteri bisa tumbuh kembang sendiri, sedangkan virus hanya bisa bertahan jika menumpang di makhluk hidup lain dan menipu mereka hingga sel-selnya rusak. Tetapi, jika sama-sama menyakiti tubuh, kita pun harus menyiapkan strategi yang berbeda, seperti antibiotik untuk bakteri, dan vaksin atau antivirus untuk virus. Lalu, apa yang membuat mereka bisa mematikan?

Bakteri dan virus mempunyai banyak strategi untuk menginfeksi seseorang. Bakteri jahat adalah makhluk yang siap menyerang tubuh dengan memperbanyak diri atau menghasilkan racun, dan akhirnya mengganggu kerja suatu organ. Sedangkan virus sangat mudah menyerang kita, karena bisa mengenali dan menargetkan sel yang akan mereka rusak. Mereka akan menerobos masuk ke dalam sel itu, merusak inti selnya, dan selnya pun mati, kemudian virus-virus baru akhirnya tercipta. Iya, virus ini sangat mudah menyerang kita, seakan mereka hidup dan bisa memikirkan strateginya. Tetapi, bukankah bakteri dan virus tidak dihitung sebagai makhluk hidup?

Walaupun sangat kecil, bakteri dan virus adalah makhluk paling banyak di bumi. Jika seandainya semua virus kita kumpulkan, panjangnya akan mencapai 100 juta tahun cahaya, melewati tata surya, melintasi Galaksi Bima Sakti hingga 2000 galaksi lain. Apakah bakteri dan virus termauk kedala makhluk hidup? Iya, namun tidak juga.

Oleh karena itu, mereka diberi nama makhluk hidup transisi, dianggap tidak hidup karena tidak mengalami metabolisme, tetapi dianggap hidup karena bisa berkembang biak. Tetapi, berkembang biaknya pun tergantung dengan organisme lain, dan tidak jarang itu adalah kita, manusia. Dan dalam semua proses itulah kita bisa terinfeksi oleh bakteri maupun virus.

Iya, virus dan bakteri yang berkali-kali lipat lebih kecil dari kita sama-sama bisa mematikan. Tetapi bukan berarti kita langsung menyerah begitu saja di hadapan mereka. Semua ada cara untuk melawannya, seperti memakai antibiotik, memakai vaksin, memakai sabun, atau bahkan menjaga jarak dan berdiam di rumah. Semua pilihannya kembali ke kita. TERIMA KASIH

==> Terima Kasih Pejuang Toga <==

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *