Essay : PERAN MASYARAKAT INDONESIA DALAM MENJAGA WARISAN NENEK MOYANG NYA

By | 25/07/2015

pejuang toga
©Era pemuda – edisi Essay

Seiring dengan kemajuan zaman yang memaksa untuk melakukan perubahan perubahan ke arah modernisasi, sehingga mondorong untuk  terjadinya revolusi di segala bidang. Saat ini banyak sekali aspek – aspek kehidupan yang telah mengalami metamorfosis ke arah yang lebih baik dari pada sebelumnya, perkembangan ini dapat dirasakan seperti pada bidang transportasi, informasi dan telekomunikasi  yang mengalami perubahan sangat pesat. Pada masa lalu kita sebagai  manusia belum bisa merasakan bagaimana kenyamanan dalam berkomunikasi antar satu dengan yang lainya, ini semua adalah
hasil kerja keras manusia untuk mencapai suatu kehidupan yang sejahtera dengan segala fasilitas yang mempermudah untuk melakukan segala macam pekerjaan.

            Modernisasi yang terjadi saat ini berdampak juga pada adanya revolusi di bidang sosial budaya. Banyak budaya  – budaya baru yang tercipta akibat dari adanya dorongan zaman di era globalisasi. Khususnya di Negara Indonesia sendiri, yang pada saat ini banyak bermunculan budaya ataupun kebiasaan – kebiasaan baru yang cenderung mengikuti budaya dan kebiasaan yang kebarat – baratan. Karena tidak bisa menghindar dari fakta, bahwa sebagian besar dari produk – produk yang dihasilkan itu berasal dari tangan- tangan kreatif orang di blok barat yang mempunyai perbedaan budaya yang mencolok dengan budaya Indonesia.
            Masyarakat Indonesia yang mempunyai budaya khas Timur dan merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia terdahulu. Hasil dari olah pikir yang sangat rumit dan membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan suatu budaya ataupun kebiasaan yang dinilai baik dan mempunyai nilai- nilai norma luhur sebagai pedoman dalam kehidupan sehari – hari. Lambat laun mulai berganti mengikuti kemajuan zaman dengan sedikit  demi sedikit merubah kebiasaan asli Indonesia dengan kebiasaan – kebiasaan  atau “tren”yang kebarat- baratan. Yang sudah jelas memiliki perbedaan cukup mencolok dengan budaya- budaya warisan nenek moyang bangsa Indonesia itu sendiri.
            Sikap masyarakat Indonesia yang toleran terhadap segala perbedaan yang ada khususnya pada adat istiadat dan budaya baru, justru menjadi kesempatan bagi para pelaku modernisasi untuk menanamkan budaya- budayanya kepada seluruh penduduk Indonesia agar semuanya mengikuti mereka sehingga nilai- nilai luhur yang telah ada sejak zaman nenek moyang berkurang atau bahkan hilang tanpa ada bekas. Budaya baru yang muncul ini berpengaruh pada pola pikir masyarakat Indonesia saat bertindak ataupun kegiatan bersosialisasi antar satu sama lain dalam kehidupan sehari- hari.
            Saat ini, telah banyak budaya- budaya baru yang masuk dan benar bahwa telah berhasil mempengaruhi budaya asli Indonesia tersebut, diantaranya adalah pengaruh budaya barat dalam pergaulan sehari- hari. Dahulu, terdapat banyak sekali aturan yang mengatur tentang tatacara bergaul dengan orang yang lebih tua ataupun dengan teman sebaya. Nenek moyang kita telah menanamkan berbagai nilai moral yang harus diperhatikan agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, oleh sebab itulah pada saat itu pergaulan antar laki- laki dan perempuan sangat dibatasi sehingga pada zaman dahulu jarang atau bahkan tidak ada laki- laki yang berani untuk mendekati perempuan sampai benar – benar diperbolehkan untuk mendekati perempuan tersebut, karena mereka takut dengan  dosa yang  akan diterima jika mereka melanggar norma – norma yang berlaku. Akan tetapi pada era globalisasi saat ini keadaan seperti berubah 1800,  karena banyak norma – norma pegaulan yang pada zaman dahulu dijunjung tinggi tetapi saat ini justru dihilangkan dari dalam diri setiap masyarakat sehingga akibatnya adalah banyak pemuda Indonesia yang terjerumus dalam pergaulan bebas, karena mental para pemuda yang mulai mengalami degradasi sehingga tidak lagi memperhatikan moral – moral pergaulan yang berlaku .
            Lebih jauh, pengaruh budaya asing yang masuk dan mempengaruhi budaya asli Indonesia adalah tentang tata cara berpakaian seseorang. Tata cara berpakaian bisa dikatakan sebagai salah satu aspek kehidupan yang harus diperhatikan, karena pakaian merupakan cerminan terhadap bagaimana kepribadian kita, selain fungsinya yang berguna sebagai penutup aurat tubuh masing – masing individu.  Berpakaian yang sopan dan tidak terlalu berlebihan merupakan gambaran terhadap pribadi kita yang baik, akan tetapi jika aturan – aturan ini dilanggar maka yang terjadi adalah kebalikannya. Oleh sebab itulah tata cara berpakaian ini tidak boleh dianggap sebagai sesuatu hal yang sepele. Di era modernisasi ini, setelah mendapatkan berbagai macam pengaruh budaya dari luar, tata cara berpakaian masyarakat Indonesia lambat laun telah mengalami perubahan dan tidak sesuai dengan nilai – nilai ataupun aturan- aturan yang telah diajarkan sejak dahulu. Memang benar, bahwa kenyataan yang ada di lapangan bahwa sekarang banyak sekali model pakaian, bahkan lebih banyak dari zaman dahulu. Tetapi di balik keanekaragaman model pakaian yang beredar, tidak sedikit model pakaian yang tidak mencerminkan budaya asli Indonesia, karena bentuk pakaian tersebut yang dapat dikatakan belum bisa menutupi seluruh bagian tubuh pemakainya. Kenyataan saat ini  model pakaian yang justru didesain untuk memamerkan bagian – bagian tubuh sang pengguna khususnya para wanita. Banyak model pakaian yang sengaja didesain agar memperlihatkan bentuk- bentuk tubuh pemakainya.
Pakaian dengan model yang bermacam – macam tetapi pada intinya tetap memperlihatkan bagian- bagian tubuh seseorang yang menggunakanya dapat menimbulkan pikiran- pikiran negatif orang lain saat melihat sang pengguna pakaian tersebut tersebut, sehingga orang yang berpakaian seperti itu bisa dianggap sebagai orang yang tidak berperilaku baik padahal belum tentu orang tersebut mempunyai sifat seperti itu. Bahkan dengan model pakaian ini, juga dapat mengundang kejahatan sosial datang. Ini akibat dari adanya pengaruh budaya – budaya asing yang telah banyak mempengaruhi budaya bangsa Indonesia, karena sebelum terjadinya pengaruh budaya tersebut bangsa Indonesia telah mempunyai aturan tersendiri yang mengatur tentang bagaimana cara berpakaian yang baik dan benar sesuai dengan nilai- nilai moral yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia tempo dulu. Bahkan sejak zaman nenek moyang bangsa Indonesia, mereka telah mempunyai produk hasil budaya yang sampai saat ini menjadi warisan sangat berharga di bidang sandang, bangsa Indonesia mempunyai kain yang khas sebagai bahan dasar untuk membuat pakaian yaitu kain batik. Kain batik merupakan produk hasil budaya nenek moyang Indonesia sejak zaman dahulu, dibuat dengan sepenuh hati, kain batik mempunyai corak yang khas dari berbagai daerah di Indonesia.  Goresan- goresan canting batik yang diisi lilin atau malam menjadi saksi bagaimana kekreatifan masyarakat Indonesia dalam menampilkan berbagai macam kekayaan yang ada di bangsa ini. Namun sekarang kain batik ini dianggap kuno dan ketinggalan zaman, karena para pengguna khususnya para pemuda saat ini lebih banyak menyukai model pakaian yang terbuka, tidak menutupi seluruh tubuh, bahkan bagian – bagian tubuh yang seharusnya tidak di perlihatkan kepada orang lain.
Selain pengaruhnya terhadap model berpakaian masyarakat Indonesia, adanya modernisasi juga telah memberi pengaruh terhadap beberapa produk hasil budaya lainya. Adapun produk hasil budaya yang telah mendapatkan pengaruh modernisasi adalah munculnya berbagai tarian – tarian baru yang lama-kelamaan  justru lebih populer dibandingkan dengan tarian tradisional yang keberadaanya ada sejak zaman dahulu. Pada dasarnya tarian tradisional merupakan hasil olah pikir nenek moyang bangsa Indonesia terdahulu dalam menggabungkan gerakan – gerakan tubuh manusia dengan iringan musik yang ada sehingga menciptakan suatu kombinasi yang apik, serta mempunyai nilai – nilai estetik yang luhur. Dalam berbagai macam gerakan yang ada dalam tarian tradisional biasanya menggambarkan tentang perjuangan – perjuangan manusia di masa lampau, baik saat mempertahankan daerahnya maupun bertahan hidup dikala melawan penjajah yang berupaya merebut daerahnya.
Realitas yang ada di lapangan menunjukan bahwa saat ini masyarakat Indonesia lebih banyak menyukai tarian modern dibandingkan dengan tarian – tarian tradisional. Alasanya beragam mulai dari yang menyebutkan bahwa tarian modern itu lebih mudah dipelajari daripada tarian tradisional karena gerakan – gerakan yang terdapat dalam tarian modern lebih sederhana jika dibandingkan dengan tarian tradisional yang ada. Alasan lain ialah tarian modern yang di anggap lebih gaul dan tidak ketinggalan zaman sehingga berbanding terbalik dengan tarian tradisional yang terlihat kuno.
Fenomena munculnya berbagai macam tarian baru di tengah – tengah masyarakat memang memberikan dampak yang positif dalam memperkaya keanekaragaman budaya yang ada. Namun dalam kenyataanya justru budaya – budaya asli bangsa Indonesia diklaim oleh bangsa lain karena bangsa Indonesia sendiri lambat laun telah melupakan budayanya sendiri. Ada beberapa contoh kasus yang berhubungan dengan pengklaiman bangsa lain terhadap budaya – budaya Indonesia yaitu Malaysia yang mengklaim bahwa tari pendet merupakan tarian asli negaranya dan merupakan warisan budaya dari nenek  moyangnya terdahulu. Sedangkan sudah jelas bahwa tari pendet adalah tarian modern asli Indonesia yang berasal dari pulau Bali. Masih ada lagi, kasus yang serupa yaitu kebudayaan reog ponorogo yang diakui oleh negara lain, dan masih banyak lagi kasus – kasus yang lain yang berhubungan dengan diklaimnya budaya – budaya khas Indonesia oleh negara lain. Dan pada akhirnya akan menimbulkan perselisihan antar kedua negara yang terlibat sehingga akan menimbulkan ketegangan antar negara dan mengancam perdamaian dunia.
Beberapa contoh di atas telah menunjukan kepada kita bahwa saat ini banyak masyarakat Indonesia yang telah mulai menghilangkan ataupun melupakan budaya sendiri sehingga budaya – budaya tersebut hak ciptanya diklaim oleh negara lain. Pada kenyataanya bangsa Indonesia sendiri telah berjuang untuk mempertahankan budayanya. Banyak hal telah dilakukan oleh pemerintah untuk tetap mempertahankan budaya Indonesia agar tetap menjadi milik masyarakat Indonesia seluruhnya sebagai warisan yang tidak bisa dihitung harganya, akan tetapi hal ini dilakukan pada saat kondisi budaya Indonesia tersebut telah mendapatkan pengklaiman dari negara lain sehingga perjuangan yang dilakukan tersebut dianggap sia – sia saja. Jika hal ini dibiarkan terus menerus maka tidak bisa diperkirakan hal seperti apa yang akan terjadi pada kebudayaan asli Indonesia dimasa depan.
            Akan lebih baik jika usaha – usaha yang dilakukan itu bertujuan untuk mencegah, dan bukan untuk mengobati. Maksudnya mencegah, dan bukan mengobati adalah sudah seharusnya bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya untuk memelihara dan mencintai budayanya sendiri dibandingkan dengan pengaruh – pengaruh budaya baru yang masuk. Dan tidak bertujuan untuk mengobati maksudnya bangsa Indonesia baru tersadar untuk melakukan berbagai usaha dalam memelihara kebudayaanya disaat yang bersamaan apa yang disebut sebagai budaya itu telah diambil dan diakui oleh orang lain. Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati.
            Oleh sebab itu, melalui esai ini penulis mengajak kepada para pembaca untuk bersama – sama mencintai dan memelihara budaya asli bangsa Indonesia. Budaya yang bernilai luhur yang telah diturunkan sebagai warisan tiada ternilai oleh nenek moyang kita terdahulu, sebelum budaya – budaya tersebut hilang karena telah diakui oleh orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *