Endemi, Epidemi, dan Pandemi: Apa Bedanya?

By | 09/04/2020
pejuang toga

Pejuang Toga – Dunia darurat Virus Corona. Virus tersebut sudah menyebar ke lebih dari 95% negara. Bahkan, jumlah kasus paling banyak sudah bergeser ke Eropa, yang sekarang menjadi pusat penyebaran baru virus ini. Organisasi Kesehatan Dunia sudah menetapkan virus Corona sebagai pandemi. Tapi, tunggu dulu, sebenarnya apa itu pandemi? Apa bedanya dengan epidemi dan endemi? Apakah mereka semua berbeda atau sama dengan wabah?

Jawabannya, mereka itu ternyata adalah 4 tingkatan yang berbeda. Jadi, biasanya tingkat siaga penyakit yang menular itu mulai dari tingkat daerah. Jika tidak direspon dengan sigap, barulah akan mewabah sampai tingkat nasional, dari sana bisa semakin parah dan menyebar ke negara tetangga, dan untuk penyakit-penyakit yang paling berbahaya, bisa menyebar ke seluruh dunia. Lalu, seberapa bahaya pandemi sebenarnya? Dahulu sebelum adanya corona, apakah ada pandemi yang sudah pernah dihadapi oleh dunia ini?

Jadi, pandemi itu sangat berbahaya. Contohnya seperti malaria dan DBD yang sangat ditakuti anak –anak Indonesia adalah penyakit endemi. Jika kalian pernah mendengar tentang ebola yang pernah ramai diperbincangkan, itu semua baru tergolong epidemi dan bukan pandemi. Lalu, kengerian Covid-19 ada di atas itu semua. Meskipun begitu, virus corona bukan pandemi pertama, dan nyatanya bukan yang paling mematikan juga. Untuk contohnya, kita pernah dilanda satu pandemi yang sangat mematikan, pandemi tersebut dikenal sebagai black death.

Jadi, dahulu di abad 14 selama bertahun-tahun umat manusia diserang oleh penyakit yang menyebar dari kutu dan tikus. Korban-korban yang berjatuhan, tubuhnya berwarna hitam akibat infeksi bakteri. Bakteri tersebut menyerang kulit dan paru-paru kita yang menimbulkan demam, sakit kepala, infeksi paru-paru sampai akhirnya ratusan juta korban meninggal. Hal tersebut bisa terjadi karena dahulu orang belum mengetahui bahwa ada makhluk hidup yang tak terlihat yang bernama bakteri. Berbagai macam cara sudah dicoba, tetapi semua tak berguna di hadapan musuh asing yang tak kasat mata. Pada akhirnya, memang wabah ini berhenti menyebar, tetapi dalam waktu 4 tahun saja, sepertiga sampai setengah populasi Eropa saat itu menjadi korban. Meski ribuan tahun setelahnya, orang tidak menyangka pandemi seperti black death akan terulang, tetapi ada dan dikenal sebagai flu Spanyol. Yang paling mengerikan adalah ketika 2 tahun flu ini menginfeksi hingga sepertiga populasi dunia dan menewaskan 50 juta nyawa , berkali-kali lipat lebih cepat daripada serangan black death.

Sekarang, ribuan tahun setelah black death dan ratusan tahun sejak flu Spanyol merebak, pandemi itu kembali datang di hadapan kita. Sejarah sudah mencatatkan banyak peristiwa agar kita bisa belajar. Tinggal kita yang memilih untuk memulai tragedi atau belajar dari kesalahan dan menyelamatkan nyawa orang yang kita sayang.

==> Terima Kasih Pejuang Toga <==

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *