Cara Menentukan Bilangan Oksidasi Dari Unsur Yang Terdapat Di Dalam Senyawa Ion

By | 20/03/2019

Erapemuda.Com Menentukan Bilangan Oksidasi Dari Unsur Yang Terdapat Di Dalam Senyawa Ion. Pada postingan kali ini erapemuda mau berbagi pengetahuan dan panduan yang sangat berguna khususnya untuk materi kimia yang mungkin adik-adik SMA merasa masih sulit untuk mempelajari mengenai materi dasar kimia. Pengetahuan yang kali ini kami bagikan yaitu Cara menentukan bilangan oksidasi atau biloks dari suatu unsur yang terdapat di dalam senyawa ion.

pejuang toga

Sebelum kita membahas mengenai cara menentukan biloks dari unsur yang terdapat di dalam senyawa ion, alangkah baiknya kita pelajari dulu bagaimana bilangan oksidasi yang terdapat pada unsur bebas. Untuk unsur bebas seperti Cl2, Na, Fe, Ca, N2 dll itu memiliki bilangan oksidasi = 0. sekali lagi mas dennis katakan bahwa unsur-unsur bebas seperti Cl2, Na, Fe, Ca, N2 itu memiliki bilangan oksidasi = 0.

Hal ini terjadi karena unsur-unsur bebas hanya berikatan antar sesamanya sehingga tidak ada kencenderungan suatu elektron untuk tertarik ke salah satu atom yang mana hal ini hanya terjadi pada 2 unsur yang berbeda keelektronegatifan dan biasanya terdapat di dalam senyawa ion atau kovalen. Perbedaan keelektronegatifan dan kecenderungan melepas atau menerima elektron inilah nantinya yang akan menentukan bilangan oksidasi dari suatu unsur yang terdapat di dalam suatu senyawa. Jadi unsur bebas memiliki bilangan oksidasi = 0 .

Setelah menyimak penjelasan mengenai unsur bebas kita pelajari bagaimana cara mencari bilangan oksidasi dari unsur yang terdapat di dalam senyawa ion. Baca dengan baik penjelasan berikut agar kalian mengerti Cara Menentukan Bilangan Oksidasi Dari Unsur Yang Terdapat Di Dalam Senyawa Ion.

Menentukan Bilangan Oksidasi Dari Unsur Yang Terdapat Di Dalam Senyawa Ion

Untuk menentukan bilangan oksidasi dari unsur yang terdapat dalam senyawa ion, ada aturan-aturan yang harus pahami terlebih dahulu. Aturan-aturan ini bisa kita kenal dengan istilah unsur prioritas dan unsur non prioritas. Unsur prioritas adalah unsur-unsur yang biloksnya sudah diketahui dengan jelas ( Sehingga biloksnya tidak perlu kita cari lagi ), sedangkan unsur-unsur non prioritas ialah unsur-unsur yang biloksnya belum diketahui dengan jelas ( sehingga biloksnya harus kita cari ).  Berikut ini adalah contoh-contoh unsur prioritas dan unsur non prioritas yang erapemuda berikan.

pejuang toga

Berikut ini rumus formula yang digunakan untuk mencari biloks dari unsur non prioritas yang terdapat di dalam senyawa ion.

Rumus Formula 1 ( F1)

Koof Unsur NP x Biloks Unsur NP  + Koof Unsur P x Biloks Unsur P  =  0

Ket : NP = Non Prioritas  
            P = Prioritas

Rumus Formula 2 ( F2 )

Koof Unsur P x Biloks Unsur P  +  Koof Unsur NP  x  Biloks Unsur NP  =  0 

Agar kalian bisa lebih paham , silahkan kalian kerjakan contoh soal di bawah ini dengan menggunakan rumus-rumus diatas .

Carilah biloks dari unsur-unsur yang terdapat di dalam senyawa ion berikut ini !

1. Na dalam NaCl      6. Cr dalam CrCl3
2. Ag dalam AgBr     7. V dalam V2O5
3. Cu dalam Cu2O     8. Ca dalam CaH2
4. Cu dalam CuO       9. Ni dalam Ni2O3
5. Fe dalam Fes        10. C dalam CaC2
                                 
Mari kita jawab soal-soal diatas satu persatu.

1. Na dalam NaCl  =  Unsur Na dan unsur Cl merupakan unsur unsur prioritas sehingga unsur-unsur tersebut biloksnya tidak perlu kita cari lagi, maka biloks dari unsur Na di dalam NaCl ialah +1

2. Ag dalam AgBr  =  Unsur Ag merupakan unsur non prioritas sedangkan unsur Br merupakan unsur prioritas, maka untuk mencari biloks dari unsur Ag , kita gunakan rumus formula 1 yaitu :

Koof Unsur NP x Biloks Unsur NP  + Koof Unsur P x Biloks Unsur P  =  0
= 1  x Biloks Ag  +  1   x  ( -1 )  =  0
= Biloks Ag  +  ( -1 )  =  0
= Biloks Ag  = 0 + 1  =  +1

Maka Biloks unsur Ag dalam AgBr ialah +1

3. Cu dalam Cu2O  =   Unsur Cu merupakan unsur non prioritas sedangkan unsur O merupakan unsur prioritas, maka untuk mencari biloks dari unsur Cu , kita gunakan rumus formula 1 yaitu :

Koof Unsur NP x Biloks Unsur NP  + Koof Unsur P x Biloks Unsur P  =  0

= 2  x Biloks Cu  +  1   x  ( -2 )  =  0
= 2  x Biloks Cu  +  ( -2 )  =  0
= 2  x  Biloks Cu  = 0 + 2  =  +2
= Biloks Cu  =  2/2  =  +1

Maka Biloks unsur Cu dalam Cu2O ialah +1

4. Cu dalam CuO  =  Unsur Cu merupakan unsur non prioritas sedangkan unsur O merupakan unsur prioritas, maka untuk mencari biloks dari unsur Cu , kita gunakan rumus formula 1 yaitu :

Koof Unsur NP x Biloks Unsur NP  + Koof Unsur P x Biloks Unsur P  =  0

= 1  x Biloks Cu  +  1   x  ( -2 )  =  0
= Biloks Cu  +  ( -2 )  =  0
= Biloks Cu  = 0 + 2 =  +2
= Biloks Cu  =  +2

Maka Biloks unsur Cu dalam CuO ialah +2

5. Fe dalam FeS  =   Unsur Fe merupakan unsur non prioritas sedangkan unsur S merupakan unsur prioritas, maka untuk mencari biloks dari unsur Fe , kita gunakan rumus formula 1 yaitu :

Koof Unsur NP x Biloks Unsur NP  + Koof Unsur P x Biloks Unsur P  =  0

= 1  x Biloks Fe  +  1   x  ( -2 )  =  0
= Biloks Fe  +  ( -2 )  =  0
= Biloks Fe  = 0 + 2 =  +2
= Biloks Fe  =  +2

Maka Biloks unsur Fe dalam FeS ialah +2

  6. Cr dalam CrCl3  =  Unsur Cr merupakan unsur non prioritas sedangkan unsur Cl merupakan unsur prioritas, maka untuk mencari biloks dari unsur Cr , kita gunakan rumus formula 1 yaitu :

Koof Unsur NP x Biloks Unsur NP  + Koof Unsur P x Biloks Unsur P  =  0

= 1  x Biloks Cr  +  3   x  ( -1 )  =  0
= Biloks Cr  +  ( -3 )  =  0
= Biloks Cr  = 0 + 3 =  +3
= Biloks Cr  =  +3

Maka Biloks unsur Cr dalam CrCl3 ialah +3

7. V dalam V2O5  =   Unsur V merupakan unsur non prioritas sedangkan unsur O merupakan unsur prioritas, maka untuk mencari biloks dari unsur V , kita gunakan rumus formula 1 yaitu :

Koof Unsur NP x Biloks Unsur NP  + Koof Unsur P x Biloks Unsur P  =  0

= 2  x Biloks V  +  5   x  ( -2 )  =  0
= 2  x Biloks V  +  ( -10 )  =  0
= 2  x Biloks V  = 0 + 10 =  +10
= Biloks V  = 10/2  = +5

Maka Biloks unsur V dalam V2O5 ialah +5

8. Ca dalam CaH2  =  Unsur Ca dan Unsur H merupakan unsur prioritas, tetapi dalam hal ini bukan berarti bilangan oksidasi dari Ca adalah +2 dan bilangan oksidasi dari H adalah +1. Pernyataan tersebut ada benarnya yaitu bilangan oksidasi dari Ca ialah memang +2, tetapi bilangan oksidasi dari H ialah -1 bukan +1 !! mengapa bisa begitu mas ? hal ini disebabkan karena atom H bertindak sebagai anion bukan sebagai kation sehingga bilangan oksidasinya bertanda negatif !

9. Ni dalam Ni2O3  =   Unsur Ni merupakan unsur non prioritas sedangkan unsur O merupakan unsur prioritas, maka untuk mencari biloks dari unsur Ni , kita gunakan rumus formula 1 yaitu :

Koof Unsur NP x Biloks Unsur NP  + Koof Unsur P x Biloks Unsur P  =  0

= 2  x Biloks Ni  +  3   x  ( -2)  =  0
= 2  x Biloks Ni  +  ( -6 )  =  0
= 2  x Biloks Ni  = 0 + 6 =  +6
= Biloks Ni  = 6/2 = +3

Maka Biloks unsur Ni dalam Ni2O3 ialah +3

 10. C dalam CaC2  =   Unsur Ca merupakan unsur prioritas sedangkan unsur C merupakan unsur non prioritas, maka untuk mencari biloks dari unsur C , kita gunakan rumus formula 2 yaitu :

Koof Unsur P x Biloks Unsur P  +  Koof Unsur NP  x  Biloks Unsur NP  =  0

= 1  x ( +2 )  +  2   x  Biloks C  =  0
= 2  +  2  x  Biloks C    =  0
= 2  x  Biloks  C  =  0 – 2 = -2
= Biloks C  = – 2/2 =  -1

Maka Biloks unsur C dalam CaC2 ialah  -1

Jadi itulah cara menenetukan bilangan oksidasi dari unsur yang terdapat di dalam senyawa ion. semoga kalian dapat memahami dan mempelajarinya dengan baik melalui tutunan dari artikel ini. Apabila masih kurang jelas kalian bisa menanyakanya pada kolom komentar. Semoga Artikel ni bernmanfaat. Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *