7 Budaya Buruk Pemuda yang Terlanjur Populer Di Indonesia

By | 27/08/2015
pejuang toga

Selamat datang di ERA PEMUDA, posting kali ini admin akan mengangkan topik tentang hal-hal yang sedang ngehits bagi kalangan pemuda-pemudi di Tanah Air tercinta ini, yaps Indonesia. Namun yang diangkat pada postingan ini bukan tema yang positif, lebih mengarah ke kebiasaan pemuda-pemudi yang negatif. Kebiasaan ini telah melanda dimana-mana dan bisa dikatakan sudah membudaya dikalangan generasi penerus bangsa kita ini. Okelah langsung saja berikut sesuai judul postingannya 7 Budaya Buruk Pemuda-Pemudi yang TerlanjurPopuler Di Indonesia

1. Ikut-Ikutan

pejuang toga
Ikut-ikutan, kata-kata ini tidak asing bagi telinga masyarakat Indonesia. Khususnya para kaum pemuda-pemudi budaya ikut-ikutan ini sering mereka implementasikan di kehidupan sehari-harinya. Apa-apa ikut-ikutan, semisal ada contoh sepasang sahabat namanya Michael dan Jono, Si Jono beli ini, Michael ikut, Jono kuliah jurusan X, Michaelikut (padahal bukab passion-nya), Jono minat ini, Michael ikut juga, Jonomandi, Michael ikut masuk kamar mandi, nah kan ngawur. Mungkin ada hal ikut-ikutan yang bagus seperti contohnya ikut ibadah. Tapi tak selamanya budaya ikut-ikutan itu baik, ikut-ikutan yang tidak baik apalagi merugikan diri sendiri dan orang lain mending gak usah dilakukan. So, jadilah dirimu sendiri. Buat jalan hidupmu, buat cerita dan ukir kisah hidupmu sendiri sesuai kata hati dan cita-citamu.
2. Gengsi

Gengsi menurut Kamus Besar Kamus Bahasa Indonesia artinya “ia terlalu membanggakan ketinggian. Tampaknya budaya ini sudah mendarah daging bagi mayoritas pemuda-pemudi di Indonesia. Banyak para pemuda hanya memikirkan gengsi demi menjaga nama dan yang katanya kredibilitas apalah itu. Seolah-olah ia akan terlihat seperti deretan golongan elit. Contohnya beli gadget biar keren, gak ketinggalan sama teman-temannya yang orang kaya, padahal dia tidak berkaca pada keadaan keluarganya. Oke, mungkin ada sisi positifnya juga budaya ini, tapi apabila berkaca pada keadaan yang ada di lingkungan kita, perilaku gengsi ini hanya akan menimbulkan banyak negatifnya daripada positifnya. Bahkan gengsi yang berlebihan malah tampak seperti kita sebagai manusia tidak bersyukur atas rezeki dan nikmat yang diberikan oleh Tuhan, Allah SWT. So, daripada terus-terusan menjunjung tinggi apa itu gengsi, mari kita cerna dan pahami keadaan, ayo bergerak untuk menuju hari yang lebih baik dan selalu bersyukur atas segala rezeki dan nikmat yang diperoleh.
3. Sok Pintar 

pejuang toga
Sok pintar, perbuatan ini terkadang terlihat menjijikkan, ada pepatah gaul mengatakan bahwa : “Mending Sok Ganteng daripada Sok Pintar”. Orang yang sok pintar ini merupakan seonggok manusia yang bertindak seakan-akan mengaku dirinya cerdas, tahu segalanya, padahal mereka semua itu nol besar. Tampang mereka biasanya terlihat sombong dan angkuh. So, perilaku ini tidaklah patut untuk dilestarikan dan marilah hilangkan budaya sok pintar ini. Ayo menjadi insan yang lebih baik dan benar-benar menjadi pemuda-pemudi yang pintar yang cerdas tanpa kesombongan dan keangkuhan.
4. SokPetualang

pejuang toga
Nah inilah yang masih hangat ditelinga kita, “sokpetualang”. Banyak yang ngakunya para petualang, ngakunya pecinta alam. Tapi buktinya? Realita di lapangan sekarang ini, contohnya banyak para petualang “newbie” yang misalnya katanya mengadakan perjalanan alam tapi mereka malah merusak alam. Buang sampah sembarangan, coret-coret alam, merusak pepohonan dan yang lain-lain. Padahal pada hakikatnya prinsip dasar penjelajah alam yaitu “Tidak meninggalkan apapun selain jejak kaki, Tidak mengambil apapun selain dokumentasi, tidak membunuh apapun selain waktu”. Nah, terapkan itu sob, kalau mau benar-benar menjadi sang petualang ulung terapkanlah prinsip itu. Jaga dan cintailah alam maka alam akan mencintaimu juga.
5. SokGaul

pejuang toga
Ini nih yang paling banyak melanda di kalangan pemuda-pemudi tanah air, sokgaul. Apasih gaul itu artinya? Menurut KBBI sih gaul itu artinya berkumpul, hidup berteman. Tapi apakah yang terjadi dengan keadaan sekarang ini? Pemuda-pemudi sok gaul bertebaran, abg-abg labil pun bertebaran, abg cewek berkosmetik tebal 5 meter, naik motor pakai hp, bonceng 3 lagi. Apalagi kalau bukan cabe-cabean. Kaum adam pun tak ketinggalan dengan istilah terong-terongannya. Wkwk. Perilaku sok gaul ini merupakan perilaku yang mengarah kepada sikap alaydan berlebihan. Malah ada yang bilang, alay itu fase menuju kedewasaan, saya rasa tidak sepenuhnya benar walaupun anak muda sekarang ini mayoritas harus menempuh kerasnya kehidupan alayuntuk menuju kedewasaan. Namun, ada juga orang yang sudah gede, umurnya sudah gakmuda lagi, sikapnya tetap alay, berlebihan dan tentunya menjijikkan. So, admin tidak bisa berkata-kata lagi tentang perilaku ini. Karena admin juga pernah melewati fase jahiliyah ini. Biarlah semua ini menjadi cerita kawan. Namun ingat, jangan terlalu lama alaynya.
6. Bullying

pejuang toga
Bully mem-bully, dimanapun terjadi baik di dunia nyata, maya, maupun dunia gaib. Seolah-olah munculnya suatu jargon “No Bully No party”. Perilaku ini jelas negative. Apa-apa dihina, jelek dikitdibully, gak sejalan dibully, gak sepikiran dibully, salah dikit dibully, salah banyak dibully. Udah dah semuanya pokoknya dibully, dimanapun dan kapanpun bisa membuka lapak bully-an. Bully memang indah untuk para pembully, tapi menyakitkan bro bagi yang dibully. So, bayangkan anda wahai para pembullyberada di pihak mereka. Tapi gakapa-apasih kalau membully hanya sebagai pendingin suasana dan lelucon kecil selingan dalam suanana penuh ketegangan. Namun, yang benar-benar tidak boleh itu membullytingkat dewa, yaitu membully berlebihan yang malah memperlihatkan kebodohan kita dihadapan publik. So, bagi para pecandu bully, sekarang mulailah belajar menghargai orang lain kalau anda ingin dihargai balik.
7. Ng-idol Berlebihan

pejuang toga
Apa itu ngidol? Ngidol itu mengidolakan. Misalnya mengidolakan artis-artis yang terkenal atau apalah itu. Kayak yang sekarang ini dikalangan pemuda ada yang namanya wotta, ngidol Je Ka Te 26 apalah itu grup nyanyi yang anggotanya satu RT. Boleh sih ngidolitu dilakukan, tapi yang gak boleh itu ngidol yang berlebihan , sampai-sampai seperti mendewakan dari apa dan siapa yang di idolakan, yang bahaya lagi ngidol sampai lupa Tuhan. Naudzubillahimindzalik. Kacau dah kalau sudah begitu. Ayolah sewajarnya saja untuk mencintai atau mengidolakan sesuatu. Toh apasih untungnya ngefanssecara keterlaluan. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik kawan. Ada kalanya kita boleh ngidol berlebihan sih, seperti contohnya bagi yang muslim ngidolnya ke Nabi Muhammad SAW. Nah kalau yang itu haruslah berlebihan.
Demikianlah artikel kali ini, apabila ada yang mau ditambahkan silakan berkomentar ria di bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *